RISALAH MAUT

GERBANG KEABADIAN
Oleh Irfan Yasir

Saat berziarah kubur bukan sekedar merenungi pelajaran tersirat tentang ajal namun semacam penjajakan mengakrabkan diri dengan kampung halaman tempat kita berpulang walau hanya di luar gerbang

Bagi manusia kematian adalah gerbang yang menghubungkan kefanaan dengan keabadian namun bukan peristirahan melainkan awal perkelanaan untuk menyelenggarakan sebenar benarnya kehidupan

Jika ada sepercik saja katawadluan dalam diri niscaya pelajaran maut akan melunakan hati yang keras, menggiatkan ibadah yang malas memotivasi diri untuk bertaubat tanpa batas merubah haluan kerja tak sekedar keras namun cerdas juga ikhlas

Imam Ad Daqqaq rahimahullah berkata,

“من أكثر ذكر الموت أكرم بثلاثة: تعجيل التوبة، وقناعة القلب، ونشاط العبادة، ومن نسى الموت عوجل بثلاثة: تسويف التوبة، وترك الرضا بالكفاف، والتكاسل في العبادة”  تذكرة القرطبي : ص 9

Artinya: “Barangsiapa yang banyak mengingat kematian maka dimuliakan dengan tiga hal: “Bersegera taubat, puas hati dan semangat ibadah, dan barangsiapa yang lupa kematian diberikan hukuman dengan tiga hal; menunda taubat, tidak ridha dengan keadaan dan malas ibadah” (At Tadzkirah fi Ahwal Al Mauta wa Umur Al Akhirah, karya Al Qurthuby).

Seharusnya pelajaran Maut itu cukup menjadi peringatan diri intuk merubah segala lini kehidupan menjadi lebih baik dalam rangka menghambakan diri padaNYA

Kematian adalah misteri yang teka tekinya mustahil untuk dipecahkan namun juga menyimpan kepastian yang lebih pasti dari sekedar ilmu ilmu pasti karena tak butuh rumus untuk menghitung kepastiannya karena mati pasti terjadi namun entah kapan dimana dan disaat apa ajal kan menjelang 

Untuk diri sendiri Jadikanlah kematianmu sepertihalnya kelahiran yang begitu amat dinantikan bukan karena menyerah pada kehidupan dunia namum karena teramat rindu untuk bertemu yang pencipta

"Al-mautu babun wa kullunnasi dakhiluhu" (Mati adalah sebuah pintu, tiap manusia akan memasukinya)

Wallohu a'lam bishowab


SENYUM PENGIKAT SURGA

Dimensi lahir dan batin pada manusia  adalah dua hal yang padu nan tak mungkin terpisahkan. keduanya adalah pasangan yang saling mempengaruhi dan saling memberi arti. 

Hal dzohir biasanya menjadi isyarat bagi keadaan batin dan dimensi bathin akan sangat mempengaruhi pergerakan hal dzhohir

Dhohirnya, terkadang kita jumpai kondisi seorang beriman tatkala melepaskan nyawa disertai senyuman hingga senyuman itu menjadi kesan tersendiri bagi yang menyaksikan

Apapun argumentasinya tak bisa disangkal jika senyum adalah ekspresi kebahagiaan, kecuali bagi orang yang berpura pura itu lain lagi permasalahan

Seperti halnya  kondisi saat kebatinan seseorang didera kesakitan maka airmatalah yang mengekspresikan rasa sakitnya begitupun bila ketakutan yang menerpa maka rindingan bulu kuduklah yang mengekspresikan dan bila ketakutannya menghebat kadang disertai dengan keluarnya air seni.

Pertanyaannya, benarkah senyuman diakhir hayat adalah isyarat kebahagiaan? Jawaban terbaik tentunya hanya Wallohu A'lam Bishowab

Namun sebagai pencerahan dapat kita  simak firman Alloh berikut

{إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنزلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (30) 

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Tuhan kami ialah Allah, " kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan)
"Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.(Fushshilat:30)

Ibnu katsir dalam tafsirnya menegaskan  yang dimaksud turunnya malaikat ialah di saat mereka menjelang kematiannya, Malaikat itu turun dengan mengatakan: Janganlah kamu merasa takut (menghadapi kehidupan di akhirat) janganlah merasa sedih (terhadap urusan dunia yang kamu tinggalkan) bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.

dengan ayat ini terjawab sudah, benar bagi orang beriman dan beramal sholeh lantas mengikatnya dengan istiqomah seukir senyuman di ujung nafasnya adalah tabsyir tentang surga yang kelak menjadi tempat kembalinya

Hal ini diperkuat juga dengan firman Alloh

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (32)

Yaitu orang orang yang di wafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka), "Salamun 'alaikum, masuklah kalian ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kalian kerjakan

Untuk memperkuat keterangan ini salah seorang tabiin menyampakan tentang riwayat hadit mengenai masalah senyuman ini bahwa saya rosul bersabda " apabila 


روى عن محمد ابن كعب القرطبي التابعي الجليل رضي الله تعالى عنه انه كان يقول اذاجتمعت روح المؤمن فى فيه تريد الخروج جاء ملك الموت فقال له السلام عليك يا ولي الله ان الله يقرءك السلام ثم تلا هذه الأية  ( الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (32) )   
Artinya: diriwayatkan dari muhamad bin kaab alqurtubi atabii aljalili r.a bahwa rosululloh bersabda "apabila ruh seorang mukmin telah berkumpul di mulutnya karena hendak keluar maka malaikat maut datang dan berkata keselamatan bagimu wahai wali Alloh singguh Alloh mengucapkan salam (untukmu) lalu membacakan ayat ini...

Alhasil,setidaknya ada dua faktor penyebab seorang mukmin tersenyum di ujung nafasnya yaitu 

1. Mendapat salam dari Alloh melalui malaikat

2. dikabarkan tentang surga sebagai tempat singgah dikehidupan akhirat

Kedua hal ini merupakan anugrah bagi mereka yang beriman beramal sholeh serta istiqomah

Wallohu A'lam bishowab

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KI KD 3.1 3.4 KELASIFIKASI PRODUK PERBANKAN SYARIAH

TERNYATA MEREKA TERNYATA