TERNYATA MEREKA TERNYATA

Oleh Irfan Yasir

TERNYATA MUSUH PALING NYATA

Menyikapi kesepelean dengan keseriusan itu masihlah baik karena bisa jadi bentuk kehati hatian meskipun terkesan berlebaian

Namun jika menyikapi hal yang sangat serius dengan kesepelean sangatlah tidak patut karena ini merupakan ciri kebodohan yang sejati Dan keteledoran yang haqiqi

Satu Dari banyaknya hal serius adalah eksistensi syaitan sebagai musuh yang nyata

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (60)
وَأَنِ اعْبُدُونِي هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ (61)
وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلا كَثِيرًا أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ (62)

Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu, hai Bani Adam, supaya kamu tidak menyembah setan. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu. dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus. Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan?

Peperangan dengan segala kedahsyatannya yang luluh lantakan setiap urat kehidupan tidaklah melampaui dahsyatnya godaan syaitan,boleh jadi pahit getir peperangan terdahsyat yang pernah ada dimuka bumi ini hanyalah buah dari bisikan kecil syaitan yang disambut oleh jiwa jiwa yang rapuh nan tak berkeimanan

Bahkan kedudukan syahid yang mulia itu yang dengan nya amal tak perlu dihisab jaminan surga telah didapat jenazahnya haram di mandikan Dan dikafani karena penghormatan syariat kedudukan ini hanya didapat setelah menang mengarungi pergolakan bathin dan pertempuran hati melawan serangan syetan yang hendak mengporakporandakan keteguhan hati dan keikhlasan

Karena adakalanya hati tak sejalan dengan amalan badan seperti kapal yang berlayar namun tanpa tujuan hanya tinggal menunggu waktunya karam

وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا

Dan Kami hadapkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. [Al-Furqan/25:23]

Memang,Arti sejati kesyahidan itu bukan sekedar gugur di Medan juang namun keberhasilan menepis serangan syaitan terhadap hati untuk meluluhlantakan keikhlasan inilah dasar kesyahidan sehingga Apalah artinya kesyahidan tanpa keikhlasan

KESABARAN SYAITAN DALAM KEDURHAKAAN

Jika merunut kembali benang sejarah exsistensi syetan tentu kita terperanjat dengan sipat iri dengki Dan kesombongan yang melekat pada diri mereka lantara mereka anggap komposisi api lebih baik daripada tanah yang menjadi bahan penciptaan adam AS namun lintasan sanubari mereka itu mereka sertai dengan keteguhan hati hingga menjadi satu haluan hidup

Lalu haluan itu mereka ikat dengan sumpah maksiat sepanjang hayat

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ﴿١٦﴾ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِين

َIblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukumku tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. [Al-A’râf/7:16-17]

Nampak begitu jelas kesombongan yang mereka perturutkan dosa.an menjadi hakikat lantas kesombongan itu melahirkan kebencian yang sangat mendalam diiringi hasud yang sangat serius lalu mereka wujudkan dalam upaya menyesatkan Anak Adam setiap saat dalam tidur ataupun terjaganya dalam lapang Dan sempitnya

Imam al-Ghazali dalam kitab Minhajul Abidin menjelaskan 7 tahapan godaan syaitan yang menunjukan betapa bersungguh sungguhnya mereka menyesatkan umat manusia

1. MELARANG BERAMAL
Biasanya ia bekerja sama dengan nafsu, dunia (harta dll) dan makhluk.
Jika misi pertama ini gagal maka setan merayunya dengan langkah selanjutnya

2. MENUNDA NUNDA AMAL
Hal ini dilakukan karena mereka faham betul tak ada manusia yang tahu kapan ia meninggal. Dan mereka berharap manusia mati meninggalkan dosa atas amal yang ditunda tunda

3. TERGESA GESA
Jika misi kedua gagal mereka ganti upaya dengan justru memerintahkan beramal namun dengan TERGESA GESA. Ini mereka lakukan karena sangat faham bahwa amal yang sedikit namun sempurna lebih baik dan lebih diterima Alloh dibandingkan amal banyak tapi tergesa gesa.

4. RIYA
jima misi ketiga gagal maka setan berupaya menggugurkan amal kita dengan riya tentu ini karena mereka faham bahwa riya dapat menghapus amal seperti api membakar kayu yang kering

5. UJUB
Bila langkah keempat gagal maka mereka  buat manusia bangga dengan kesalehan diri hingga manusia lupakan hidayah dan taufiq yang Alloh karuniakan hingga kita mampu beramal
lupa pada kalimat “laa haula walaa quwwata illa billah"

6. SYIRKUL KHOFI
Jika misi ke Lima gagal mereka akan perintahkan kita menyembunyikan amal , Namun dengan anggapan bahwa nanti Alloh akan perlihatkan kepada org lain. Manusia yang tergoda akan merasa bahwa ibadahnya telah memiliki atsar yang membekaskan kebaikan dalam hidupnya Dan menganggap penghormatan makhluq adalah dampak ibadahnya

7. BISIKAN BAHASA HAQIQAT
Jika jurus ke-6 gagal pula, maka setan berbisik “amalanmu tidak akan berguna, karena ketetapan telah ada di lauhil mahfuzd, jika Alloh mentakdirkanmu sebagai orang celaka kau tetap akan celaka walaupun beramal. Sebaliknya jika ketetapanmu selamat, maka tidak beramal pun kau tetap selamat"

Orang yang terbuai kata kata ini akan
Lupa terhadap kedudukan kehambaannya dimana seorang hamba hanya wajib beramal terlepas dari ada dan tiadanya surga dan neraka

Setelah begitu jelas mushlihat syaitan dengan segenap kesungguhannya pertanyakanlah pada diri langkah nyata apa yang sudah dilakukan untuk menyatakan perlawanan kita terhadap syaitan?

Sudahkan kita deklarasikan permusuhan ini untuk menguatkan perlawanan?

Sudahkah kita dengungkan ayat ayat alquran dengan keistiqomahan untuk menyerang mereka?

Sudahkah kita lindungi diri dengan perisai dzikir dinsepanjang hari hari?

Ironisnya kebanyakan manusia lupa bahwa mereka sedang berperang melawan syaitan bahkan mereka menjadikan syaitan sebagai teman dalam dosa dosa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RISALAH MAUT

KI KD 3.1 3.4 KELASIFIKASI PRODUK PERBANKAN SYARIAH