MELAWAN WAKTU
Oleh Irfan Yasir
Saat berada di arena maraton bukan pelari lain yang harus dilawan melainkan sang waktu agar tak lebih dulu berlalu sebelum jauh jauh ku sampai digaris finish
Saat berada dimeja quis bukan peserta lain yang harus dikalahkan namun sang waktu jangan dulu ia berlalu sebelum pertanyaan kujawab dengan benar
Saat berada di ring tinju bukan petinju rivalku yang dilawan lagi lagi sang waktu, tubuh ini harus tetap bertahan sampai akhirnya waktu berlalu bersama robohnya petinju rivalku
Sering manusia hanya fokus pada lawan yang nampak didepan mata namun alpa dari lawan yang sesungguhnya iapun tak kuasa mengelola waktu hingga sering waktu tak bersahabat dengannya lalu waktupun mengalahkannya dan menyeretnya kelembah nestapa,memang ternyata yang sedang bertarung itu adalah kita dan sang waktu
Waktu memang bukan musuh namun ia adalah lawan sejati ia seperti pedang yang selalu terhunus dengan penuh kepastian setidaknya harus ditangkis dengan sebuah kebaikan jangan biarkan waktu berlalu kecuali ada kebaikan kita yang tersematkan disitu jangan biarkan waktu meninggalkan kita kecuali ada amal sholeh mengiringinya
Pentingnya waktu ini tercermin dari sumpah Alloh menggunakan nama nama waktu seperti والشمس، والفجر، والضحى، dst Hal tersebut tentunya untuk meyakinkan manusia akan pentingnya kedudukan sang waktu dalam kehidupan
WAKTUMU USIAMU
Tiada lain, usia kita adalah berkat kebaikan sang waktu yang menghimpun detik demi detiknya menjadi menit lalu menit menjadi jam begitu seterusnya hingga menjadi tahun kemudian sampailah pada batas ajal masing masing
Sebagian kita ada yang mendapati kedewasaannya tepat pada standar usia dewasa ada yang mendapati kedewasaannya justru di usia muda ada pula yang kedewasaannya belum juga nampak padahal usia telah senja dan inilah kondisi terburuk
waktu pasti akan menuakanmu namun tak menjanjikan kedewasaanmu karena kedewasaan itu adalah tentang akhlaq bukan angka usia
Rasulullah Saw bersabda;
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَر رَضِيَ الله عَنْهُمَا قَالَ : أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبِي فَقَالَ: كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُسَبِيْلٍ وَكاَنَ ابْنُ عُمَرُ يَقُوْلُ إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَ مِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ رواه البخاري.
Dari Abdullah bin Umar ia berkata: “Rasulullah Saw memegang kedua pundakku seraya bersabda, ‘Jadilah kamu di dunia ini seakan-akan kamu orang asing atau orang yang melewati suatu jalan.’ Ibnu Umar berkata.” Apabila kamu berada di sore hari janganlah kamu menunggu (melakukan sesuatu) hingga pagi hari (datang). Apabila kamu berada di pagi hari jangankah menunggu (melakukan sesuatu) hingga sore (datang). Gunakan waktu sehatmu untuk menghadapi sakitmu, dan waktu hidupmu untuk menghadapi matimu." (HR. Bukhari)
WAKTU, HAL YANG TAK PERNAH BERHENTI
Satu hal dihidup ini yang tak memiliki rem dan tak mungkin berhenti adalah waktu ia kan terus berputar selama hayat dikandung badan bahkan setelah kehidupan dunia ini tentunya dengan dimensi yang berbeda Waktu akan menyeret sang tuan bila tak mampu mengimbangi setiap pergulirannya dengan karya dan sebuah pencapaian
Waktu itu berputar seperti kincir air dengan potongan bambu sebagai kantung air yang dipasang mengikuti alur jari jari kincir, kantung itu terus bergulir mengikuti putaran kincir hingga setiap kantung itu terisi air lalu menumpahkannya ketika posisi kantung bambu berada di atas,Tumpahan air itu kemudian ditampung di sebuah talang yang kemudian mengalirkan air ke sawah yang kekeringan.
Sungguh indah bila setiap perguliran usia kita sejalan dengan perguliran prestasi jika satuan usia di hitung dengan tahun maka setiap tahun kantung prestasi kita berputar untuk diisi dengan karya gemilang, pada kantung keberapa kita harus punya apa Pada tahun keberapa kita harus sudah bisa apa
Dan kerugian besar lah ketika waktu kita haya berlalu negitu saja tanpa sesuatu yang menambah mutu kehidupan setiap individu saking hebatnya kerugian ini sampai Alloh ungkapkan dengan kalimat sumpah dlm firmannya
وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Artinya, 1. Demi masa. 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, 3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al-'Ashr. :1-3
Ketiga hal itulah iman amal sholeh dan washiyat dalam kebenar dan baikan yang akan menepis kerugian karena kelalaian terhadap waktu
PRESTASI DAN AMAL SHOLIH
Antara prestasi dan amal sholeh Apakah keduanya berbeda? sepertinya memang berbeda karena prestasi adalah kata yang lebih umum dari kata amal sholih prestasi adalah sebuah kata yang menggambarkan pencapaian dari sebuah usaha, apapun itu tidak dibatasi positif negativ baik buruk dan lintas sudut pandang lain halnya dengan amal sholeh sehingga nisbat keduanya adalah setiap amal sholih pasti prestasi namun tidak setiap prestasi amal sholih
saat penghargaan menghampiri karena sebuah prestasi lantas pujianpun menghujani diri hingga membawanya pada ujub sampai takabur pada saat itu prestasi tidaklah menjadi amal shaleh melainkan malapetaka maha binasa namum sebaliknya sekecil apapun amal sholeh itulah prestasi yang haqiqi karna akan menjadi penyelamat kita di hari akhir nanti
Bagi seorang beriman prestasi itu harus berupa amal sholeh sepanjang usianya harus penuh dengan amal sholeh karena ia tak hanya memandang waktu sebagai modal kehidupan namun juga anugerah pokok terbesar yang dengannya manusia dapat hidup
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang” (HR. Bukhari)
Wallohu alam bishowab
Komentar
Posting Komentar